Kampanye Pilgub Jateng di Demak Sepi

16 May 2013

Masa kampanye pilgub yang dimulai pada tanggal 8 Mei sampai 22 Mei mendatang di wilayah kabupaten Demak terasa kurang greget. Sampai hari kedelapan pelaksanaan kampanye, baru satu pasangan saja yang memanfaatkan masa kampanye ini. Pasangan Ganjar- Heru kemaren pada hari Sabtu, (11/5) melakukan kampanye blusukan di Pasar Mranggen dengan menggandeng ikon PDI Perjuangan Joko Widodo atau yang lebih dikenal jokowi.

jokowi saat blusukan di pasar MranggenSelain pasangan itu, belum lagi ada pasangan yang melakukan kampanye di wilayah kabupaten Demak. Belum diketahui pasti penyebabnya mengapa pasangan Hadi-Don dan Bissa belum juga melakukan kampanye di wilayah kabupaten Demak. Tetapi berdasarkan informasi dari tim kampanye Bissa, mereka akan melakukan kampanye tertutup besok pada tanggal 21 Mei dengan mengundang 400an orang untuk mendengarkan visi misi dari pasangan dengan nomor urut 2 ini.

Sepinya gaung kampanye yang sudah berjalan ini berimbas kepada pengetahuan masyarakat, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu siapa saja pasangan yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi gubernur jawa tengah ini. Ketidaktahuan informasi ini bukan hanya di wilayah pedesaan, bahkan di kecamatan demak kota yang relatif dekat dengan semarang pun masih banyak masyarakat yang tidak tahu siapa saja calon gubernur, seperti Ayu (24), seorang warga demak yang tinggal di perumahan katonsari mengaku tidak tahu siapa saja yang menjadi calon gubernur, bahkan dia mengaku tidak akan memberikan suaranya jika tidak mendapatkan uang dari pasangan calon gubernur.

Saya tidak tahu siapa saja yang nyalon ungkapnya ketika ditanya soal pemilu gubernur ini, saya juga tidak akan nyoblos, kalau tidak ada yang memberi uang, mending saya kerja nyari duit buat beliin susu untuk anak saya ungkapnya lebih lanjut.

Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu baik itu KPU dan juga Panwaslu, KPU sebagai pelaksana tahapan pemilu masih harus berjuang keras melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang tahu dan menggunakan hak pilihnya, agar tingkat partisipasi masyarakat semakin tinggi. Sedangkan Panwaslu juga harus berjuang memberikan pemahaman agar masyarakat tidak pragmastis dan menolak politik uang, karena politik uang disamping melanggar aturan juga akan membuat calon yang terpilih berpotensi melakukan korupsi jika menjadi gubernur. (UN)


TAGS kampanye sepi demak wedung panwaslu belajar


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post