DEMAK KEBANJIRAN

13 Apr 2013

Demak- Rabu pukul 9 malam ketika penduduk sudah mulai akan beristirahat, perlahan tapi pasti air mulai memasuki perkampungan, datangnya banjir memang sudah diperkirakan oleh penduduk setempat, karena pagi hari debit sungai wulan sudah sejajar dengan tanggul. Jebolnya tanggul sungai wulan sepanjang 50 meter selain disebabkan curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir, juga disebabkan dibukanya pintu bendung Klambu di Purwodadi.

Tanggul Sungai Wulan yang jebol

Kecamatan Mijen mengalami banjir yang paling parah, di beberapa titik, tinggi banjir bahkan mencapai dua meter. Beberapa desa yang mengalami banjir antara lain desa Mijen, Pecuk, Ngelokulon, dan Jleper. Bahkan banjir ini pun berimbas ke kecamatan Wedung yaitu desa Jetak dan Jungsemi yang berjarak sekitar 15km dari tanggul yang jebol di kecamatan Mijen.

Banjir ini selain menggenangi jalan, juga menenggelamkan kantor ataupun instansi pemerintahan seperti Polsek Mijen, puskesmas, sekolahan dan juga Bank BRI. Ribuan rumah juga terkena banjir sehingga memaksa penduduk untuk mengungsi ke tempat yang aman. Banjir ini menyebabkan putusnya akses jalan jepara- demak, karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Menurut penuturan seorang relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Demak, Syafik, jalan terpaksa ditutup oleh dinas terkait, karena jalan yang terendam setinggi satu meter tidak bisa dilalui mobil.

Jalan Demak Jepara yang putus karena banjir

Saat ini, para pengungsi membutuhkan bantuan, selain makanan para pengungsi juga membutuhkan selimut, susu formula, dan obat-obatan. Salah seorang relawan dari kesbangpolinmas Bening Dwi menuturkan bahwa dapur umum kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg, karena begitu terbatasnya stok, kami kesulitan mendapatkan gas elpiji, bahkan kami sudah mencari sampai demak kota, tapi stok yang ada banyak yang habis, tolong kami dibantu, ujarnya.

Dapur umum yang ada saat ini, hanya mampu menyediakan nasi sebanyak 800 bungkus per sekali makan, padahal kebutuhan makan pengungsi mencapai 1500 bungkus per sekali makan, tetapi akibat kesulitan mendapatkan gas elpiji, para relawan hanya mampu memenuhi separo saja dari jumlah pengungsi.

Bagi para donatur, bisa menyalurkan bantuannya ke lokasi atau dititipkan ke PMI Demak. Sekecil apapun bantuan anda, akan sangat berguna bagi saudara-saudara kita yang saat ini membutuhkan bantuan. Semoga pemerintah setempat juga segera tanggap dan memberikan bantuan kepada para pengungsi dan segera mampu memperbaiki tanggul yang jebol, sehingga bencana banjir ini segera bisa diatasi. (UN)


TAGS demak banjir wedung mijen bencana alam kebanjiran musibah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post