TITIPAN OH TITIPAN

10 Dec 2012

Menjadi seorang pejabat ternyata bukan cuma enak tetapi ada juga tidak enaknya, meski saat ini hanya menjadi pejabat ad hoc selama 22 bulan. Sungguh tidak pernah terpikir bahwa setelah mendapatkan amanah ini justru malah menjadi buah simalakama bagi diri sendiri.

Semua bermula dari titipan, ya karena titipan ini pula membuat hari-hariku menjadi tidak nyenyak tidur tiap malamnya, karena gelisah memikirkan titipan tersebut. Bukan apa-apa, hanya perasaan sungkan saja yang membuat aku harus memikirkannya, karena dulu gara-gara titipan tersebut aku bisa menjadi pejabat ad hoc tingkat kecamatan. Meskipun setelah itu terungkap, bahwa lolosnya diriku menjadi pejabat ad hoc kecamatan bukan karena titipan itu, tetapi memang karena mereka melihat kemampuanku. Tetapi sudahlah, toh itu sudah berlalu.

Sekarang yang terpenting adalah bagaimana menyikapi titipan tersebut. Titipan alias rekomendasi ini pun bentuknya unik. Masing-masing pemberi rekomendasi mempunyai cara yang berbeda dalam menyampaikan rekomendasinya tersebut. Ada yang mendatangi rumah sambil membawa buah tangan, lewat telpon pagi-pagi buta (sekitar jam 5.30 Wib), SMS, bahkan ada seorang camat yang memberi rekomendasi melalui sebuah surat resmi yang berlogo kecamatan tempat dia mengabdi.

Tetapi dari awal, saya berprinsip silahkan kalian merekomendasikan sebanyak orang yang kalian kenal, tetapi jika orang tersebut tidak sesuai dengan kualifikasi yang ada, maka mohon maaf, saya tidak akan menerimanya. Apalagi jika ternyata titipan itu ternyata sudah cacat secara integritas, sudah pasti akan saya coret, kalau perlu saat dia mendaftar.

Bukan apa-apa jika saya melakukan itu semua, sebagai seorang generasi muda yang sudah muak melihat kondisi negeri yang carut-marut akibat persoalan nepotisme dan kroniisme, sudah seharusnya kita bersikap kritis dan mulai untuk berkata tidak kepada kroniisme. Hanya dengan memulai dari diri sendiri dan dimulai sekarang juga, maka persoalan bangsa yang sudah sangat akut tersebut insya Alloh mulai bisa kita selesaikan satu demi satu.

Memang langkah yang kecil ini tidak membuat itu semua akan terjadi perubahan dalam waktu dua tiga bulan kedepan, tetapi setidak-tidaknya kita telah memulainya, karena siapa lagi yang akan memulai menyingkirkan praktek kroniisme kalau bukan kita sebagai generasi muda. Semoga langkah yang sederhana ini bisa ditiru oleh generasi muda yang lain, dan urusan ini dimudahkan oleh Allah SWT, Amiin.


TAGS demak pemilu panwas kpu bawaslu kabupaten wedung


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post